Blog Post

Masalah Bertambah, Warga Semakin Resah

Nampaknya, problem yang dialami para pengungsi gempa Lombok 2018 tak kunjung berkurang. Bahkan bisa dibilang semakin bertambah. Masalah dari banyak sisinya.

Dari tempat berteduh, masih saja ada warga yang belum mendapatkan huntara (hunian sementara) yang layak. Huntara terbuat dari dinding anyam bambu dengan rangka kayu dan atap semi permanen. Huntara ini sebenarnya sudah lumayan.

Huntara

Hanya saja, pembangunan huntara tidak secepat yang dibayangkan. Sehingga pemenuhan kebutuhan sangat terkendala. Jumlah tukang terbatas dengan pekerjaan yang sangat banyak menjadikan antrean panjang pengerjaan huntara.

Di Menggala misalnya, saat Tim PNP2L berkunjung dan ditemui oleh Pak Aidi. Disebutkan bahwa pos pengungsian Menggala terdiri dari 1.200 KK. Jatah huntara dari pemerintah hanya 200 unit saja, itupun baru terbangun sebagiannya.

Alhasil, masih banyak warga yang tidur di bawah terpal seadanya. Harga bahan baku huntara juga melangit. Dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya. Kalau beberapa waktu lalu, satu unit huntara dihargai Rp. 5 juta, kini nominal tersebut menjadi Rp. 10 juta.

Lebih miris lagi, 1 huntara diisi oleh 2 – 3 KK. Bayangkan! Tidak menutup kemungkinan akan muncul dampak sosial di balik fenomena ini. Dengan ukuran kurang lebih 4 x 5 M dan dihuni oleh banyak orang dengan latar belakang sifat, usia dan jenis kelamin tentu sangat riskan.

Rumah ini diisi oleh 2-3 KK...

Rumah ini diisi oleh 2-3 KK…

Dari sisi MCK, jumlah jiwa 3.500 orang hanya tersedia 4 – 6 unit MCK. Selebihnya di sungai yang airnya tidak lagi mengalir secara sempurna. Belum ditambah sampah bertumpuk di beberapa sudut pengungsian, termasuk di bibir sungai.

Kami sempat menemui seorang bapak yang menggendong putra balitanya sepulang dari sungai. Sambutan ramah disuguhkan untuk kami.

“Dari sungai, mandi!”

Jawabnya saat ditanya dari mana.

Subhanallah, ia mandi di sungai dengan air yang kotor. Ia gosok gigi dengan air yang sama. Air yang juga digunakan untuk mencuci, buang kotoran, dll.

Huntara Perngungsi

Huntara Perngungsi

Pantas saja, putra balita yang ia gendong mengidap penyakit gatal-gatal. Kulitnya penuh dengan bintik merah dan bentol-bentol air.

Pembaca, saatnya kita peduli. Ayo bersatu membantu pemerintah mengatasi musibah ini. Bergabunglah bersama Tim PNP2L!

Ikuti update informasinya dengan bergabung di:

Official Website: https://pemulihanlombok.com
Channel Telegram : http://t.me/programpedulilombok
Twitter : @lombok_peduli
Email: pemulihanlombok@gmail.com
CP: +62 878-6426-2106
#PeduliPemulihanLombok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Waspada Dampak Banjir

Buruknya kondisi lingkungan akibat hujan dan banjir meningkatkan risiko kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan