Category Archives: Pengalaman Berharga

September 2018

Toolbox yang dicurigai Bom

Awalnya Curiga, Selanjutnya Bangga

Pengalaman relawan peduli Lombok Persiapan demi persiapan dilakukan demi menyongsong Program Nasional Peduli Pemulihan Lombok. Mulai dari belanja kebutuhan kelompok, alat pertukangan hinggan kebutuhan pribadi. Sebagian barang dibelanjakan dari uang pribadi. Semuanya demi membantu korban gempa Lombok. Tim Santri Relawan peduli Lombok merasa sangat sedih dengan kondisi warga korban gempa. Inilah yang melecut semangat mereka untuk membantu warga korban gempa, sesuai dengan kemampuan yang ada. Suka duka di lapangan siap dihadapi. Mereka yakin bahwa ini merupakan bagian dari perjuangan yang membutuhkan Read More...

Yang Harus Dipahami Saat Gempa Bumi

Akhir-akhir ini, musibah gempa bumi sering terjadi di Indonesia. Tanpa adanya peringatan dan tanda sebelumnya, tiba-tiba bumi bergoncang, bangunan lantas roboh dan hancur. Hingga akhirnya menimbulkan korban jiwa. Disamping sebagai ujian dan teguran dari Allah, gempa bumi merupakan takdir Allah yang tidak bisa dihindarkan. Musibah ini termasuk bagian dari rahasia Allah. Sehingga, kedatangan gempa bumi sulit diprediksi. Secanggih apapun alat untuk mendeteksi dini, tidak sedikit yang meleset dari prediksi. Gempa bumi adalah kuasa Allah, terjadi karena kehendak-Nya untuk tujuan dan hikmah Read More...

Gayung Bersambut Peduli Lombok

Sejak digulirkannya Program Peduli Lombok oleh Yayasan Darul Hadits Lombok didukung Komunitas Ahlus-Sunnah wal Jama’ah Indonesia, kaum muslimin di Indonesia memberikan dukungan mereka. Mereka tergugah untuk membantu korban gempa Lombok. Dukungan dan sikap peduli untuk korban gempa Lombok tersebut sangat besar sekali. Mulai dari dukungan materiil, seperti pengiriman logistik bahan makanan, pakaian, terpal, pembangunan sarana MCK, penyediaan kebutuhan air bersih berupa pengeboran sumur dan instalasi pompa air untuk distribusi. Bantuan mesin pompa air dan sumur bor dalam rangka penyediaan air bersih Read More...
Material diturunkan di Betumping

Sambutan Warga Terhadap Program Peduli Pemulihan Lombok

Dalam hitungan hari ke depan, santri-santri akan diterjunkan sebagai pelaksana Program Peduli Pemulihan Lombok yang diampu oleh Yayasan Darul Hadits Lombok bersama Komunitas Ahlus-Sunnah wal Jamaah Indonesia. Mereka akan membantu warga sebagai wujud rasa peduli terhadap korban gempa Lombok tahun 2018. Gempa bumi yang dimulai akhir Juli kemarin benar-benar menyisakan luka dan duka mendalam bagi korban gempa. Patutlah, bila mereka mendapatkan kepedulian dan perhatian dari berbagai pihak, diantaranya santri-santri pondok pesantren. Program sosial kemanusiaan dan kesehatan sebagai wujud rasa peduli terhadap Read More...

Kisah Pribadi Bersama Pengungsi

Kisah Salah satu dokter: Memang perjalanan yang dilalui cukup singkat dari pusat kota Tanjung. Kendati demikian, untuk masuk ke dalam dusun tersebut jalan yang dilalui cukup berat karena jalan rusak belum beraspal serta turunan tanjakan yang cukup curam. Tidak ada mobil yang bisa melalui jalan tersebut. “Bagi saya ini bukan pengalaman pribadi pertama saya namun kondisi kegempaan ini membuat medannya menjadi berbeda walau kondisinya mirip. Dan dengan kondisi geografis kayak gitu bagi ibu hamil juga mengerikan juga karena turun gitu bisa-bisa Read More...

Pengalaman Tak Terlupakan

Bagi Anda yang phobi, naik kapal adalah pantangan. Gelombang besar di tengah lautan mengombang-ambing, membuat jantung semakin berdebar kencang. Jika disertai dengan perut mual, akan semakin menambah tegang. Lalu menginstruksikan lisan untuk mengatakan sejuta tidak jika diajak naik kapal, sekalipun kelas VIP dengan fasilitas hotel berbintang… Jawaban “Tak tentu Mas!” dari kru kapal saat ditanya, “Berapa jam pak kita sampai seberang?” menambah bulat tekad sebagian kami untuk mengurungkan niat… Ketidakjelasan itu sering terjadi. Hari ini, kami menanti dari jam 11.00 siang di bibir pantai, jam 12.00 Read More...

Nilai Ukhuwah di Balik Musibah

Selama hampir 18 jam, Kami berkeliling dari satu posko ke posko berikutnya. Dimulai dari Lobar, KLU, Lotim, Loteng hingga kembali ke Lobar lagi. Tidak terasa Kami telah menempuh jarak sekitar 230-an KM dalam rentang waktu tidak sampai satu hari… Mata tak sempat terpejam. Keduanya terus menyaksikan. Bolanya senantiasa awas memperhatikan. Berbagai pemandangan tidak boleh satupun terlewatkan… Telinga jangan sampai lengah. Tangan pun tidak boleh payah. Sekalipun semua itu membuat badan lemah, tapi semangat harus senantiasa membuncah. Mudahkanlah urusan kami ya Allah! Sebab, Read More...

Sekilas Tentang KLU

Kabupaten Lombok Utara (KLU) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Tanjung. ✅ Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat. Logo KLU 📬 Merupakan kabupaten termuda di NTB yang memiliki luas 776,25 Km², dan secara geografis berada di Kaki Utara Gunung Rinjani. Peta Wilayah KLU 🏡 Daerah ini memiliki sejumlah objek Wisata yang cukup terkenal di mancanegara, seperti Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan, Air Terjun Sendang Gila (Desa Senaru, Bayan), Read More...

Butuh Bimbingan

Kasun Penyambuan, Jenggala, Kec. Tanjung: Kami bersyukur ada taushiyah untuk kami, terkhusus ibu-ibu… Jika tidak ada taushiyah, terasa sesak kami… Kami butuh ustadz sungguhan… Saya sedih, Saya mau sewa tuan guru (Ustadz) untuk ngajar di sini… Pernah, masjid kami ga ada sama sekali yang khutbah… Sekali lagi, kami butuh bimbingan untuk bangkit… Official Website: https://pemulihanlombok.com Channel Telegram : http://t.me/programpedulilombok Twitter : @lombok_peduli Email: pemulihanlombok@gmail.com CP: +62 878-6426-2106 #PeduliPemulihanLombok Read More...

Pasca Bencana

Membantu dan peduli bukan hanya pada saat bencana terjadi. Namun lebih penting dari itu adalah penanganan pasca bencana. Di saat kamera media sudah mulai sepi, di saat wartawan sudah mulai bosan mengekspos, di saat bendera-bendera sudah mencapai titik kulminasi, para sukarelawan yang bekerja tanpa pamrih masih bergulat dengan permasalahan pasca bencana. Mereka jauh dari kamera, jauh dari wawancara, jauh dari ekspos media… Mereka sibuk bekerja, sibuk berbuat, hingga tak terpikir untuk selfie dan wawancara bersama media sambil membawa bendera kelompoknya. Bukan…mereka bukan pencari Read More...